Menjadi Generasi Digital Muda Yang Beretika
Pendahuluan: Di era digital sekarang yang sudah semakin canggih, internet sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat, termasuk bagi pelajar SMP. Internet dapat membantu siswa dalam belajar, mencari informasi, serta berkomunikasi dengan guru dan teman karena Informasi bisa diakses dengan mudah. Oleh sebab itu, teknologi yang semakin maju dan masyarakat yang bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi menyebabkan penggunaan internet adalah hal yang tidak bisa di jauhkan dari aktivitas sehari-hari. Namun masih banyak masyarakat yang melupakan beretika di internet karena perkembangan media sosial yang semakin cepat menyebabkan tidak adanya batasan dalam berkomunikasi. Dengan membiasakan bertindak sopan santun dalam berinternet dapat memberikan komunikasi yang lebih baik tanpa memicu perdebatan. Itulah mengapa beretika dalam internet atau media sosial menjadi penting.
Pembahasan:
Etika secara umum menurut KBBI adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk serta hak dan kewajiban moral seseorang dalam bertindak. Etika membantu kita menentukan perilaku yang benar dan tidak benar dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Yulianti dan Farida dalam makalah UNIKOM repositorynya yang berjudul “cyber ethics: etika menggunakan internet”, etika digital adalah nilai, norma, dan prinsip moral yang mengatur perilaku seseorang dalam bersikap dan berinteraksi saat mengggunakan dunia digital seperti internet, media sosial, atau platform sosial lainnya. Etika digital bisa menjadi landasan utama dalam menentukan perilaku yang benar dan salah, pantas dan tidak pantas. Itulah mengapa beretika dalam menggunakan internet itu sangat penting bagi masyarakat, khususnya untuk anak remaja yang masih belum terlalu mengerti cara menggunakan internet atau media sosial dengan baik.
Banyak anak remaja jaman sekarang yang semena-mena dan seenaknya saat menggunakan media sosial karena tidak mengerti etika dasar dalam menggunakan media sosial. Itu sebabnya kesadaran diri sangat dibutuhkan dalam dunia maya. Hal-hal sepele seperti ini sering tidak diperhatikan membuat perilaku etika di media sosial menjadi sangat buruk sehingga lama kelamaan menjadi hal yang tabu dilakukan oleh orang jaman sekarang, khususnya anak remaja.
Itulah mengapa etika dan etiket penting di ikuti oleh semua pengguna internet. Menurut Frida kusumastuti dkk, ada beberapa aturan etika dan etiket yang harus di ketahui:
Etika dalam berinternet:
Apabila mengutip dari internet, kutiplah seperlunya
Memperlakukan email sebagai pesan pribadi
Berhati-hati dalam melanjutkan email kepada orang lain
Biasakan menggunakan format plain text dan jangan sembarangan menggunakan Html
Jangan kirim file berukuran besar melalui attachment tanpa izin terlebih dahulu dari penerima pesan
Beretiket dalam berinternet
Menulis email dengan ejaan yang benar dan kalimat sopan
Membiasakan menuliskan subject email untuk mempermudah penerima pesan;
Menggunakan BCC (Blind Carbon Copy) bukannya CC (Carbon Copy) untuk menghindari tersebarnya email milik orang lain
idak mengirim email berupa spam, surat berantai, surat promosi dan surat lainnya yang tidak berhubungan dengan mailing list
Menghargai hak cipta orang lain
Menghargai privasi orang lain
Jangan menggunakan kata-kata jorok dan vulgar
Prinsip penggunaan etika dalam internet menurut adinda reisha pramesty dkk, yaitu:
1. Menggunakan bahasa yang sopan dan baik agar tidak memicu pertengkaian dan perdebatan
2. Tidak menyebarkan informasi sembarangan atau informasi palsu
3. Menghargai privasi dan karya orang lain
4. Menggunakan internet untuk hal yang positif
Alasan pentingnya beretika dalam internet:
Pengguna internet berasal dari berbagai negara yang memiliki budaya, bahasa, dan adat istiadat yang berbeda-beda sehingga terkadang mudah terjadinya kesalahpahaman yang akhirnya menyebabkan pertikaian dan perdebatan yang tidak perlu.
Pengguna internet merupakan orang yang hidup di dunia anonymous yang tidak mengharuskan pernyataan identitas asli dalam berinteraksi atau percakapan sehingga bisa terjadinya kasus penipuan .
Berbagai macam fasilitas tersedia dalam internet sehingga memungkinkan seseorang bertindak yang etis.
Aturan inti netiket:
Pertama, amankan diri terlebih dahulu. Maksudnya adalah mengamankan semua properti seperti komputer, hp, dan lain-lain dengan memasang anti virus atau personal firewall. Kedua, jangan terlalu mudah percaya dengan apa yang ada di internet sehingga mengupload data pribadi. Ketiga, menghargai pengguna lain di internet, caranya:
Jangan membiasakan menggunakan informasi secara sembarangan, misalnya plagiat
Tidak mengambil keuntungan secara illegal dari internet seperti penipuan
Jangan mengganggu privasi pengguna lain dengan mencoba mencuri informasi yang sebenarnya terbatas
Jangan menggunakan huruf kapital terlalu banyak dalam percakapan karna itu menyerupai kegiatan teriak-teriak pada komunitas sesungguhnya.
Pelanggaran etika di media sosial:
Seperti halnya beretika dalam bermasyarakat, sanksi yang di peroleh terhadap suatu pelanggaran yaitu sanksi sosial. Sanksi sosial bisa berupa teguran sampai dengan dikucilkan dari kehidupan bermasyarakat. Demikian juga pelanggaran etika berinternet. Sanksi yang akan di terima jika melanggar etika atau norma-norma yang berlaku adalah di kucilkan dari kehidupan berkomunitas di internet.
Kesimpulan:
Etika dalam media sosial memiliki implikasi yang signifikan pada masyarakat dan individu. Penggunaan media sosial yang tidak etis dapat menyebabkan penyebaran informasi, ujaran kebencian dan pelanggaran privasi yang berdampak negatif pada masyarakat dan individu. Namun, dengan meningkatkan kesadaran dan praktik etika digital, media sosial dapat menjadi alat yang positif untuk membangun solidaritas sosial dalam masyarakat.
